Kisah Mengharukan Sopir Truk Ini Bikin Baper

Liputan6.com, Jakarta – Salah seorang sopir truk mengisahkan pengalamannya yang mengharukan. Tak pelak kisahnya tersebut bikin baper (bawa perasaan).

Ya, sopir truk merupakan salah satu profesi yang masih kerap dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Padahal, tanpa jasa mereka, kebutuhan masyarakat tak akan sampai di tempat tujuan tepat waktu

Meski bekerja sebagai sopir dengan penampilan kucel apa adanya, merekalah yang mendistribusikan barang-barang bahkan kebutuhkan pokok dari satu daerah ke daerah lain.

Membawa barang yang jumlahnya mencapai ton dengan menggunakan kendaraan besar, tentunya bukan perkara yang mudah bagi para sopir truk. Termasuk bagi I Wayan Partana, seorang sopir asal Bali.

Ia mengisahkan pengalamannya saat tujuh tahun membawa barang ekspedisi di Bali.

“Pengalaman paling parah itu saat kirim barang malam hari, ban pecah setelah diperbaiki kemudian jalan sebentar, as roda patah. Kemudian ditelpon sama istri bilang anak sakit, saat itu saya benar-benar nangis,” ujar Partana saat ditemui Liputan6.com usai acara penyerahan beasiswa bagi anak sopir truk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengakui saat mendengar kabar bahwa anaknya sakit, ia merasa sedih dan ingin segera pulang ke rumah. Namun kondisi pula lah yang menghalangi niatannya itu.

“Pengen pulang, tapi enggak mungkin meninggalkan mobil dalam ekspedisi dengan bawaan yang banyak,” kata ayah dua anak tersebut.

“Tapi semua itu dijalankan demi anak-istri, kami bekerja siang dan malam. Bahkan kalau sedang macet, ya mau tidak mau kami ikut antre,” lanjutnya.

Kini, Partana baru beberapa bulan belakangan, membawa truk berisi tabung gas.

“Sekarang biasanya bawa angkut gas, agak ringan lah. Dulu bawa barang ekspedisi. Tapi memang hanya lokalan Bali saja,” papar dia.

Meski hanya seorang sopir truk, Partana patut berbangga kepada sang anak, I Made Naryama. Naryama berhasil menjadi salah satu dari 11 anak sopir yang terpilih mendapatkan beasiswa dari KTB sebesar Rp 30 juta.

“Harapannya, biar anak saya belajar dan bisa membantu orang tua nanti, menjadi anak yang berbakti, membantu meringankan beban orang tua yang hanya menjadi sopir truk,” katanya.

Di samping itu, penyanyi legendaris Iwan Fals, mengakui dirinya melihat langsung kondisi seperti itu saat dalam perjalanan roadshow-nya ke 10 kota bersama KTB, ada sopir truk yang mengalami hal serupa.

“Saya bisa merasakan ketabahan bapak-bapak sopir yang bekerja siang-malam, pagi-sore. Saya sempat melihat beberapa kali ban pecah, ada juga yang as-nya patah, bahkan sampai sopirnya tidur di bawah kendaraan karena mungkin banyak barang bawaan dia untuk dijaga,” ujar Iwan.

Ini Alasan Mengapa Bisnis Pengiriman Barang Tetap Dibutuhkan

Bisnis.com, JAKARTA-Bisnis pengiriman ekspres dan logistik di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh seiring menjamurnya e-commerce.

Syarifuddin, Direktur Eksekutif Asperindo menambahkan, ada dua faktor lain yang membuat industri pengiriman barang terus tumbuh. Pertama, bisnis kirim mengirim barang akan selalu ada selama perdagangan ada.

Pasalnya, belum ada teknologi yang mampu memindahkan barang fisik dari satu tempat ke tempat lain tanpa perantara.

Kedua, volume pengiriman barang di Indonesia selalu meningkat sebesar 14,7% setiap tahun. Bahkan pada tahun lalu nilainya mencapai Rp2105 triliun.

“Itu hampir sama dengan APBN Indonesia,” katanya.

Meskipun demikian, bisnis pengiriman Indonesia juga tak lepas dari berbagai kendala, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur. Feriadi mengatakan, berbagai kendala tersebut cukup membebani para pelaku bisnis.

Salah satunya adalah biaya agen inspeksi atau regulated agent (RA).  RA dinilai memperlamat proses penurunan biaya logistik. Dia menegaskan pihaknya tak ingin melawan kebijakan pemerintah. Namun, Asperindo ingin agar penerapan RA dievaluasi kembali dan tidak menghambat efisiensi biaya logistik.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32/2015 tentang Pengamanan Kargo dan Pos serta Rantai Pasok ini memang tidak menetapkan tarif batas atas, melainkan hanya tarif batas bawah.

Selain itu, Asperindo memprotes kenaikan biaya RA setiap tahun sejak diluncurkan pertama kali pada 2010 lalu. Misalnya, adanya hanya Rp350 per kilogram, mengalami kenaikkan lagi Rp550 per kilogram taruf batas atas.

Sektor Ritel Lesu, Bagaimana Dampaknya ke Bisnis Pengiriman Barang? Fadhly F Rachman – detikFinance

Jakarta – Sejumlah perusahaan ritel, seperti Matahari, mulai menutup sebagian tokonya. Bahkan perusahaan ritel 7-eleven (sevel) menutup seluruh tokonya di Indonesia. Banyak yang menilai hal itu diakibatkan karena daya beli masyarakat yang tengah lesu.

Lantas, apakah hal itu juga berdampak terhadap industri jasa pengiriman barang?

Direktur Komersial PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Rocky Nagoya, mengungkapkan bila benar daya beli masyarakat tengah mengalami kelesuan maka industri pengiriman barang pasti terkena dampaknya. Namun demikian, Rocky mengaku saat ini kondisi jasa pengiriman barang masih dalam keadaan yang baik.

More or less pasti ada dampaknya kalau ada daya beli menurun. Karena kalau orang enggak ada duit, dia tidak akan membeli sesuatu. Tapi secara umum saya lihat kalau kurir masih baik-baik saja, demand masih bagus. Karena kita kurirnya, bukan pedagangnya,” katanya Rocky di kawasan Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Rocky menjelaskan, saat ini transaksi pengiriman barang masih berjalan lancar. Artinya tidak ada penurunan dari sisi permintaan. Hal itu kata Rocky, lantaran bisnis e-commerce atau toko online juga ikut menyumbang transaksi pengiriman barang.

“(Transaksk e-commerce) sekitar 30%an. Jadi bisa dibilang 70% konvensional, lalu 30%nya itu dari e-commerce. Tapi sekali lagi memang itu perlu data lebih lanjut, itu memang susah membedakan kalau dia bukan company,” katanya.

Menurutnya, saat ini industri e-commerce terus mengalami perkembangan. Oleh sebab itu, industri jasa pengiriman barang tak mengalami dampak dari tutupnya sejumlah toko ritel, atau permasalahan daya beli.

“Saya perkirakan pertumbuhan e-commerce di Indonesia ini masih sangat berkembang. Jadi kita nanti tentu mentargetkan diri kita untuk menjadikan perusahaan-perusahaan ini sebagai pilihan utama di masa datang.

“Kalau daya belinya memang e-commerce ini hanya masalah supply dan demand. Jadi ketika ada supply, demand ada, itu bagus. Jadi kalau e-commerce, seperti TIKI ini kita hanya sebagai orang tengah, dimana ketika perusahaan barang ada supply kita akan kirim. Kalau daya beli turun, e-commerce lebih konsen bukan ke daya belinya. Tapi barangnya ada atau tidak,” tukasnya. (dna/dna)

Kereta Semi Cepat Jakarta – Surabaya Diyakini Buka Peluang Angkutan Truk

Jakarta – Jika kereta api semi cepat Jakarta – Surabaya nanti benar-benar terwujud diperkirakan juga akan mengangkut barang. Namun, fungsi itu diyakini tak akan menggeser peran angkutan truk,  justru sebaliknya memberi peluang baru.

“Realisasi kereta api tidak akan mengurangi peranan truk pengangkut barang (trucking) karena tiga alasan,” papar Setijadi Chairman Supply Chain Indonesia – lembaga konsultan dan penelitian tentang logistik dan supply chain – kepada Otoniaga melalui surat elektronik.

Pertama, persentase volume yang bisa diangkut oleh kereta api sangat terbatas. Kedua, trucking akan tetap diperlukan sebagai feeder antara pelabuhan atau stasiun kereta dan lokasi perusahaan. Ketiga, trucking mempunyai keunggulan dibandingkan kereta, terutama dalam hal fleksibilitas waktu dan jangkauan.

Setijadi, Chairman Suplly Chain Indonesia - dok.twitter
Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia – dok.twitter

Menurutnya, berdasar analisis SCI, volume barang yang bisa diangkut dengan kereta tersebut terbatas karena kepadatan kapasitas lintas kereta di jalur yang dilalui sudah cukup padat. Oleh karena itu, operator kereta harus berupaya mengoptimalkan panjang rangkaian dan frekuensi pengoperasian kereta tersebut.

“Sementara, perusahaan pemilik barang tentunya juga mempertimbangkan biaya end-to-end. Sehingga, pengoperasian kereta tersebut harus terintegrasi dengan pelayanan truk. Disinilah diperlukan kerja sama antara operator kereta tersebut dengan operator trucking,” tutur Setijadi.

Pernyataan senada diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman. Menurutnya, tarif angkutan kereta masih terbilang mahal, apalagi tidak bisa langsung menjangkau ke lokasi tujuan pengiriman barang.

Menurutnya, dengan adanya angkutan kereta justru akan meningkatkan frekuensi angkutan truk. Jika barang lebih cepat datang di suatu titik tujuan, maka frekwensi pengiriman juga akan lebih banyak. Walhasil, orderan untuk truk mengangkut barang ke tempat tujuan pun bertambah.

“Sebab, customer tahunya ya door to door. Artinya akhir dari semua moda itu ke darat (angkutan darat seperti truk),” ucapnya kepada Otoniaga.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Masita, mengamini pernyataan Kyatmaja. Bahkan karena volume yang bisa diangkut kereta tidak banyak, maka moda transportasi ini tidak akan bisa menggantikan angkutan truk terutama di pulau Jawa.

“Memang tergantung kapasitas kereta dan proses bongkar muat di setiap stasiun,” kata dia.

Namun jika melihat kepadatan arus kereta di setiap stasiun, maka kecil sekali kemungkinan untuk memaksimalkan kapasitas angkut karena faktor proses bongkar muat. “Tapi, kalau sekarang masih lebih murah pakai truk daripada kereta. Selisihnya bisa mencapai Rp 2 juta (tarif angkutan barang),” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyebut, nantinya pembangunan jalur kereta semi cepat Jakarta – Surabaya akan melintasi ‎dry port. Dengan demikian, lanjutnya, kereta tersebut bisa mengangkut barang.

“Sekarang sudah terintegrasi. Dan kita, itu kan kereta api itu hanya mempercepat 200 Km,” kata Luhut, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, kemarin (11/10).

Menurutnya, pengangkutan barang ‎dengan kereta berkecepatan 200 km/jam itu akan berdampak positif terhadap perekonomian. Sebab, kiriman barang yang dibutuhkan akan lebih cepat sampai ke tujuan.

“Sehingga jadi cepat kemudian juga pengangkutan kontainer juga lebih banyak,” ucapnya.

Pemerintah saat ini telah menawarkan penggarapan proyek kereta tersebut ke sejumlah pihak, salah satunya pemerintah Jepang. Bahkan, kata Luhut, pemerintah Negeri Matahari Terbit itu menyatakan minatnya untuk membangun kereta Jakarta – Surabaya.

Luhut yang telah bertemu dengan Perdana Menteri dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang menyebut negara itu menawarkan kerjasama survei studi kelayakan pada awal tahun 2017 nanti. Pembangunan kereta ini diperkirakan ,menelan investasi sekitar US$2,5-3 miliar. (Ara/Ktb)

Seleksi Vendor: Cara Jitu Mendapatkan Vendor yang Handal

Pengadaan merupakan salah satu fungsi dalam supply chain yang memegang peranan penting. Selain karena nilai barang dan jasa yang dibeli nilainya cukup besar, proses pengadaan yang efektif dan efisien sangat mempengaruhi keberhasilan dari fungsi-fungsi lainnya seperti fungsi produksi, pemasaran, pemeliharaan dan lain lain.

Apakah kegiatan seleksi vendor itu?

Kegiatan seleksi vendor adalah kegiatan pemilihan vendor baru yang belum pernah digunakan oleh perusahaan. Kegiatan seleksi ini merupakan tahap awal dalam proses pengadaan. Akan menjadi sangat positif bagi perusahaan apabila program seleksi yang dikembangkan lebih mengutamakan aspek kualitas dan value yang ada dalam perusahaan itu sendiri, dengan tidak semata-mata melihat faktor harga saja. Pemilihan vendor yang efektif dapat membantu perusahaan untuk mencapai hasil produksi dan efisiensi yang diinginkan.

Mengapa proses seleksi vendor perlu dikelola dengan baik?

Dalam aktivitas pengadaan, akan selalu berhubungan dengan vendor karena merekalah yang memasok barang dan jasa, kemudian produk akhirnya akan dijual pada pembeli. Bila ada kebutuhan terutama jika secara nominal jumlahnya besar, pada umumnya vendor akan datang kepada pembeli dan berlomba-lomba menawarkan barang atau jasanya. Tak jarang dari mereka memberikan janji yang begitu manis seolah-olah semua dapat dikerjakan dengan mudah dan hasil yang memuaskan dalam waktu singkat. Pada kenyataannya, tidak semua janji terealisasi sesuai harapan. Apabila vendor tidak dapat menepati janjinya baik dari segi kualitas, ketepatan jumlah dan waktu pengiriman, bukan tidak mungkin akan berdampak kepada kualitas produk dan layanan yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

Pemilihan vendor yang salah dapat memperburuk posisi seluruh proses supply chain, keuangan dan operasional perusahaan. Keluhan pelanggan akan meningkat dan dalam beberapa jenis bisnis, pelanggan akan memberikan pinalti secara finansial. Disinilah seleksi vendor perlu dikelola dengan baik karena akan sangat membantu perusahaan dalam menentukan vendor yang kompeten. Jangan sampai perusahaan terjebak pada janji manis yang berujung kepada kekecewaan dan kerugian finansial hingga kehilangan pelanggan. Memiliki vendor yang handal maka akan dapat menghasilkan produk bermutu dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih vendor

Vendor

1. Kemampuan teknis: Kriteria ini menggambarkan seberapa jauh vendor menguasai produk yang dijualnya. Semakin tinggi penguasaan terhadap teknis produk yang ditawarkan, maka akan semakin baik kualitas yang diberikan. Di samping itu, perusahaan sebaiknya memperhatikan juga adanya sistem manajemen mutu yang dimiliki oleh vendor. Keuntungan yang diperoleh jika vendor telah memiliki sistem manajemen mutu:
(a) Jaminan kualitas yang konsisten
(b) Komitmen terhadap kepuasan pelanggan
(c) Penanganan pasokan yang tepat dan konsisten dengan standar operasional yang ditetapkan oleh perusahaan.

2. Kapasitas produksi: Kapasitas produksi perlu diketahui untuk menghitung kemampuan vendor dalam memasok barang. Semakin besar kapasitas yang disedikan oleh vendor untuk perusahaan, maka jaminan kelangsungan pasokan akan semakin baik.

3. Inovasi: Vendor yang memiliki banyak ide inovatif akan sangat membantu perusahaan untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang bisa meningkatkan daya saing.

4. Purna jual: Jangan pernah mengabaikan layanan purna jual karena layanan purna jual adalah bentuk jaminan mutu untuk produk yang ditawarkan produsen kepada konsumennya. Purna jual juga menunjukkan reputasi sebuah perusahaan yang bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Pastikan barang yang kita beli dalam nilai besar, memiliki garansi dan layanan jual yang prima.

5. Lokasi: Salah satu komponen harga adalah biaya transportasi. Jauh dekatnya jarak menentukan besarnya biaya transportasi. Semakin dekat jaraknya, biaya transportasi akan semakin murah dan juga lead time pengiriman akan cepat. Dengan berkurangnya lead time pengiriman, tingkat persediaan bisa diturunkan ke tingkat minimal.

6. Harga: Kesalahan terbesar ketika memilih vendor adalah jika kita hanya berpatokan kepada harga dengan mengesampingkan kualitas produk dan layanan. Biaya yang ditimbulkan oleh buruknya kualitas akan jauh lebih besar dibandingkan dengan penghematan yang dihasilkan karena memburu harga murah. Misalnya, ketika kita melakukan pembelian sebuah mesin produksi, meskipun harga yang ditawarkan terlihat tinggi, ada baiknya untuk melihat nilai tambah yang ditawarkan seperti garansi penggunaan dalam selang waktu tertentu, jasa perbaikan gratis ataupun adanya pelatihan untuk operator yang dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

7. Stabilitas finansial: Hal ini berhubungan dengan kondisi keuangan vendor. Perusahaan yang memiliki perputaran kas lebih cepat maka akan lebih cepat pula dalam proses pengadaan barangnya. Dalam beberapa kasus pernah ditemui, bahwa vendor dengan stabilitas finansial yang buruk akan berdampak pada kesinambungan pasokan,

8. Tingkat resiko: Pengelolaan resiko perlu menjadi kriteria yang perlu dipertimbangkan. Resiko tidak bisa dihindari, namun harus diminimalkan agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar. Akan lebih baik jika vendor memiliki sistem manajemen resiko yang dapat menjamin kelangsungan pasokan.